Jusuf Kalla Tegaskan Netral, Bantah Tudingan Danai Isu Ijazah Jokowi

- Penulis

Minggu, 19 April 2026 - 09:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pakar24.com – Jakarta , 19 April 2026 |akil Presiden RI ke-10 dan ke-12, Jusuf Kalla, menegaskan sikapnya untuk tidak terlibat dalam polemik terkait keabsahan ijazah Presiden RI ke-7, Joko Widodo. Hal ini disampaikan dalam konferensi pers di kediamannya di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Sabtu (18/4/2026).

Dalam keterangannya, Jusuf Kalla mengungkap bahwa dirinya pernah menolak permintaan pertemuan dari ahli digital forensik, Rismon Hasiholan Sianipar. Penolakan tersebut dilakukan sebagai bentuk komitmennya menjaga netralitas di tengah polemik yang berkembang.

“Saya menolak karena ingin tetap netral. Saya tidak ingin ikut campur dalam urusan ini,” tegasnya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tak hanya itu, Jusuf Kalla juga menyebut dirinya menolak ajakan bertemu dari Roy Suryo terkait isu serupa. Ia menegaskan bahwa dirinya tidak memiliki keterkaitan apapun dengan pihak-pihak yang terlibat dalam polemik tersebut.

Penegasan ini disampaikan menyusul beredarnya tudingan yang menyebut dirinya mendanai isu ijazah Presiden Jokowi. Jusuf Kalla dengan tegas membantah tuduhan tersebut dan mengaku geram atas narasi yang dinilainya tidak berdasar.

“Saya dituduh memberikan dana hingga miliaran rupiah. Itu tidak benar. Saya tidak pernah bertemu, bahkan tidak mengenal yang bersangkutan,” ujarnya.

Baca Juga:  Apresiasi Atas Respon Cepat Aduan 110 Terkait Peredaran Obat Keras Golongan G

Atas tudingan tersebut, Jusuf Kalla melalui kuasa hukumnya telah melaporkan pihak-pihak terkait ke Bareskrim Polri pada awal April 2026.

Dalam kesempatan yang sama, Jusuf Kalla juga menanggapi laporan terhadap dirinya terkait dugaan penistaan agama yang muncul setelah potongan ceramahnya di lingkungan Universitas Gadjah Mada viral di media sosial. Meski demikian, ia enggan berspekulasi mengenai adanya motif politik di balik laporan tersebut.

“Saya tidak ingin berasumsi. Namun faktanya, laporan itu muncul setelah saya mengambil langkah hukum,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Jusuf Kalla kembali menyampaikan pandangannya agar polemik yang berkembang di tengah masyarakat dapat segera diselesaikan. Ia menilai isu tersebut telah memicu perpecahan publik dalam kurun waktu cukup lama.

Menurutnya, langkah paling sederhana untuk meredam polemik adalah dengan membuka secara transparan dokumen yang dipersoalkan.

“Masalah ini sudah terlalu lama menimbulkan perdebatan di masyarakat. Sebaiknya diselesaikan secara terbuka agar tidak terus menimbulkan konflik,” pungkasnya.

(Yy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel pakar24.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Keluarga Almarhumah Winda Lorenza Gowasa Minta Ekshumasi dan Autopsi Ulang, Bantah Isu Perdamaian
Warga Tewas di Tengah Kericuhan Pejompongan, Diduga Jadi Korban Pengeroyokan
MARAK DUGAAN GALIAN C ILEGAL DI DAYUN: BEBAS BEROPERASI, TANAH BERCECERAN, SERTA BUNGKAMNYA PEMILIK
Sarang CPO Ilegal Ahok Beroperasi Bebas, Tanggapan Kapolres Dumai Dianggap Cuma ‘Pemanis Bibir’
Gelper di Dayun Siak Diduga Tempat Judi dan Pemicu Keretakan Rumah Tangga, Pemilik dan Pengelola Bungkam
Sarang CPO Diduga Ilegal di Pinggir Kebal Hukum, Nama Oknum TNI Terseret: Dandim Bengkalis Didesak Turun Tangan!
Waka Zidam III/Siliwangi Lepas 34 Atlet Tim Karate Kodam III/Siliwangi Menuju Kejuaraan Nasional Open Piala KASAU 2026
Diduga Manipulasi Pajak, Usaha Roti Ganda Disorot, LSM PAKAR Desak Wali Kota Pematangsiantar Buka Suara
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 2 September 2026 - 06:15 WIB

Keluarga Almarhumah Winda Lorenza Gowasa Minta Ekshumasi dan Autopsi Ulang, Bantah Isu Perdamaian

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 10:59 WIB

Warga Tewas di Tengah Kericuhan Pejompongan, Diduga Jadi Korban Pengeroyokan

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 10:17 WIB

MARAK DUGAAN GALIAN C ILEGAL DI DAYUN: BEBAS BEROPERASI, TANAH BERCECERAN, SERTA BUNGKAMNYA PEMILIK

Minggu, 26 Juli 2026 - 06:54 WIB

Sarang CPO Ilegal Ahok Beroperasi Bebas, Tanggapan Kapolres Dumai Dianggap Cuma ‘Pemanis Bibir’

Jumat, 24 Juli 2026 - 08:30 WIB

Gelper di Dayun Siak Diduga Tempat Judi dan Pemicu Keretakan Rumah Tangga, Pemilik dan Pengelola Bungkam

Berita Terbaru