Warga Tewas di Tengah Kericuhan Pejompongan, Diduga Jadi Korban Pengeroyokan

- Penulis

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 10:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA PUSAT — Seorang warga bernama Bambang Setiyawan (59) meninggal dunia setelah diduga menjadi korban kekerasan saat terjadi kericuhan di kawasan Jalan Pejompongan Raya, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Kamis (27/8/2026) malam.

Bambang diketahui sehari-hari berjualan cermin di sekitar kawasan tersebut. Pada hari kejadian, ia disebut masih beraktivitas hingga sore sebelum memilih menutup tempat usahanya lebih awal karena situasi di sekitar lokasi mulai memanas.

Informasi mengenai peristiwa tersebut, termasuk keterangan dari keluarga korban, sebelumnya diberitakan oleh Kompas.com pada Jumat (28/8/2026). Dalam pemberitaan tersebut, istri korban, Sudarsih (56), menceritakan kronologi sebelum suaminya akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut keterangan Sudarsih, sekitar pukul 16.30 WIB dirinya meminta Bambang menutup toko lebih cepat setelah melihat adanya massa yang mulai berkumpul di sekitar Jalan Pejompongan Raya.

Setelah menutup toko, Bambang sempat menjalankan aktivitas lainnya. Ia diketahui mengantar seorang tetangga untuk berobat ke Rumah Sakit Pelni, Jakarta Barat, sebelum kembali ke rumah sekitar pukul 21.00 WIB.

Saat Bambang tiba di rumah, kondisi di Jalan Pejompongan Raya masih dilaporkan ricuh. Massa yang berada di kawasan tersebut disebut sempat terdorong ke arah TPU Karet.

Baca Juga:  Diduga Manipulasi Pajak, Usaha Roti Ganda Disorot, LSM PAKAR Desak Wali Kota Pematangsiantar Buka Suara

Beberapa waktu kemudian, Bambang keluar dari rumah melalui gang yang berada di sekitar tempat tinggalnya. Menurut pihak keluarga, korban memang sesekali keluar untuk melihat kondisi lingkungan ketika terjadi keributan.

Namun, hingga larut malam Bambang belum kembali ke rumah. Sudarsih awalnya mengira suaminya sedang berada di tempat biasa berkumpul bersama teman-temannya.

Sekitar pukul 01.30 WIB, keluarga mulai mencari keberadaan Bambang. Upaya pencarian dilakukan dengan mendatangi sejumlah lokasi yang biasa didatangi korban.

Bambang kemudian diketahui telah meninggal dunia. Berdasarkan informasi dari keluarga yang diberitakan Kompas.com, korban diduga mengalami kekerasan ketika berada di tengah situasi kericuhan.

Meski demikian, dugaan tersebut masih perlu dibuktikan melalui penyelidikan dan pemeriksaan resmi aparat penegak hukum. Penyebab pasti kematian serta pihak yang bertanggung jawab juga masih menjadi bagian dari proses penyelidikan.

Pihak kepolisian diharapkan dapat mengusut peristiwa tersebut secara menyeluruh, termasuk mengungkap kronologi kejadian dan mengidentifikasi pihak-pihak yang diduga terlibat.

Sumber: Kompas.com, diolah dan ditulis ulang untuk kebutuhan pemberitaan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel pakar24.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Skandal !! Hutan Negara Dijadikan Jaminan dan Pungli, Camat Kuok Dituntut Audit Pemdes Bukit Melintang!
Toko Roti DMR Srigunting Resmi Melaporkan Yono Selaku Perwakilan Atik Bakery yang Melakukan Tindakan Pencurian.
Aneh, Ditanya Mengapa Ada NPWPD Pajak Parkir diatas Parit dan Trotoar, Kabid Parkir Bapenda, Malah Ngaku Akan Cek kembali
Bapenda Kota Medan Dan Manager DIY William Iskandar Rampas Hak Pejalan Kaki, Buat Kegiatan Parkir Diatas Parit dan Trotoar.
BBM Subsidi Dikeruk, H. Asril Doyok Lempar Badan: Siapa “Beking” dan Pemilik Asli PT BMBM di SPBU KM 5 Perawang?
KLAIM ULAYAT TAPI PAKAI SKRPT PRIBADI: RONALDI TAK BISA BUKTIKAN LEGALITAS TANAH HPL, MALAH SESUMBAR DAN BLOKIR MEDIA! KAPOLRES SIAK, TANGKAP TERLAPOR!!
LAPOR POLRES SIAK!! BONGKAR SINDIKAT JUAL BELI TANAH HPL: KORBAN MERUGI HINGGA Rp85 JUTA, RONALDI HARUS SEGERA DITANGKAP!
Gerindra Sumut Salurkan Bantuan untuk Warga Terdampak Erupsi Gunung Sinabung, Ihwan Ritonga: ‘Bentuk Kepedulian dan Solidaritas’
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 19 Oktober 2026 - 14:50 WIB

Skandal !! Hutan Negara Dijadikan Jaminan dan Pungli, Camat Kuok Dituntut Audit Pemdes Bukit Melintang!

Rabu, 14 Oktober 2026 - 17:31 WIB

Toko Roti DMR Srigunting Resmi Melaporkan Yono Selaku Perwakilan Atik Bakery yang Melakukan Tindakan Pencurian.

Minggu, 11 Oktober 2026 - 01:27 WIB

Aneh, Ditanya Mengapa Ada NPWPD Pajak Parkir diatas Parit dan Trotoar, Kabid Parkir Bapenda, Malah Ngaku Akan Cek kembali

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 11:03 WIB

Bapenda Kota Medan Dan Manager DIY William Iskandar Rampas Hak Pejalan Kaki, Buat Kegiatan Parkir Diatas Parit dan Trotoar.

Selasa, 29 September 2026 - 02:29 WIB

BBM Subsidi Dikeruk, H. Asril Doyok Lempar Badan: Siapa “Beking” dan Pemilik Asli PT BMBM di SPBU KM 5 Perawang?

Berita Terbaru